Tampilkan postingan dengan label Tips and Trik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Januari 2014

16 Cara Menggunakan Bahasa Tubuh yang Baik

Kali ini saya akan membahas mengenai pentingnya menggunakan bahasa tubuh yang baik. Memperbaiki bahasa tubuh dapat membuat perbedaan yang besar ketika seseorang menilai kepribadian anda. Bahasa tubuh yang baik dapat menunjukkan bahwa anda memiliki kecakapan, daya pikat dan suasana hati yang positif. Sebagai contoh : jika anda sering tersenyum, anda akan merasakan lebih bahagia. Jika anda duduk dengan tegap, anda akan merasakan lebih energik. Jika anda melambatkan gerakan anda (tidak terburu-buru), anda akan merasakan lebih tenang.
Secara garis besar, bahasa tubuh terdiri dari bagaimana cara anda duduk, cara anda berdiri, cara anda menggunakan kedua tangan dan kaki anda, serta apa yang anda lakukan ketika berbicara dengan seseorang.
Dibawah ini adalah beberapa bahasa tubuh yang perlu anda perhatikan ketika berbicara dengan seseorang :
1. Jangan silangkan kaki dan tangan anda.
Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa menyilangkan tangan atau kaki dapat menunjukkan bahwa anda tertutup terhadap lawan bicara anda dan ini tidak menciptakan hubungan pembicaraan yang baik. Bukalah selalu posisi tangan dan kaki anda.
2. Lakukan kontak mata, namun bukan menatapnya.
Dengan melakukan kontak mata pada lawan bicara anda dapat membuat hubungan pembicaraan menjadi lebih baik dan anda dapat melihat apakah mereka sedang mendengarkan anda atau tidak. Namun juga bukan dengan menatapnya (terus menerus), karena akan membuat lawan bicara anda menjadi gelisah.
Jika anda tidak terbiasa melakukan kontak mata pada lawan bicara anda, memang anda akan merasakan ketidaknyamanan pada saat pertama kali. Namun lakukan saja terus dan anda akan terbiasa suatu saat nanti.
3. Buatlah jarak antara kedua kaki anda.
Memberi jarak antara kedua kaki (tidak dirapatkan) baik dalam posisi berdiri maupun duduk menunjukkan bahwa anda cukup percaya diri dan nyaman dengan posisi anda.
4. Santaikan bahu anda.
Ketika anda merasa tegang, anda akan merasakan juga ketegangan di kedua bahu anda. Biasanya terlihat dari posisi bahu yang sedikit terangkat dan maju ke depan. Cobalah untuk mengendurkan ketegangan dengan menggerakkan bahu anda dan mundurkan kembali posisinya ke belakang atau bersandar.
5. Mengangguk ketika lawan bicara anda sedang berbicara.
Mengangguk menandakan bahwa anda memang sedang mendengarkan. Namun bukan berarti anda mengangguk berlebihan (terus menerus dan cepat) layaknya burung pelatuk :), karena anda akan terlihat seperti dibuat-buat.
6. Jangan membungkuk, duduklah dengan tegak.
Membungkuk menandakan bahwa anda tidak bergairah, dan tegak disini maksudnya adalah tetap dalam koridor santai, tidak tegang.
7. Condongkan badan, namun jangan terlalu banyak.
Jika anda ingin menunjukkan bahwa anda tertarik dengan apa yang disampaikan oleh lawan bicara anda, condongkan sedikit tubuh anda ke arahnya. Namun jangan juga terlalu condong karena anda terlihat seperti akan meminta sesuatu.
Jika anda ingin menunjukkan bahwa anda cukup percaya diri dan santai, condongkan sedikit badan anda ke belakang. Namun juga jangan terlalu condong, karena anda akan terlihat arogan.
8. Tersenyum dan tertawa.
Bercerialah, jangan terlalu serius. Santai, tersenyum bahkan tertawa jika seseorang menceritakan sesuatu hal yang lucu. Orang akan cenderung mendengarkan anda jika anda terlihat sebagai orang yang positif. Namun juga jangan menjadi orang yang pertama kali tertawa jika anda sendiri yang menceritakan cerita lucu nya, karena anda akan terkesan gugup dan seperti minta dikasihani.
Tersenyumlah ketika anda berkenalan dengan seseorang, namun jangan pula tersenyum terus menerus karena anda akan dianggap menyimpan sesuatu dibalik senyuman anda.
9. Jagalah posisi kepala anda tetap lurus.
Jangan melihat ke bawah ketika anda berbicara dengan seseorang. Anda akan terlihat seperti tidak nyaman berbicara dengan lawan bicara anda dan juga terlihat seperti orang yang tidak percaya diri.
10. Jangan terburu-buru.
Ini bisa berlaku untuk apa saja. Bagi anda yang mempunyai kebiasaan berjalan dengan cepat, cobalah sesekali untuk memperlambat jalan anda. Selain anda akan terlihat lebih tenang dan penuh percaya diri, anda juga akan merasakan tingkat stress anda berkurang.
11. Hindari gerakan-gerakan yang menunjukkan bahwa anda gelisah.
Seperti menyentuh muka anda, menggoyang-goyangkan kaki anda atau mengetuk-ngetuk jari anda di atas meja dengan cepat. Gerakan-gerakan semacam itu menunjukkan bahwa anda gugup dan dapat mengganggu perhatian lawan bicara atau orang-orang yang sedang berbicara dengan anda.
12. Efektifkan penggunaan tangan anda.
Daripada anda menggunakan tangan anda untuk hal-hal yang dapat mengganggu perhatian lawan bicara anda, seperti disebutkan dalam point 11 diatas, lebih baik anda menggunakan tangan anda untuk membantu menjelaskan apa yang anda sampaikan.
13. Rendahkan gelas minuman anda.
Seringkali kita berbicara dengan seseorang sambil memegang gelas minum di depan dada kita. Sikap ini agak kurang baik karena akan membuat ‘jarak’ yang cukup jauh antara anda dan lawan bicara anda. Rendahkan posisi gelas minuman anda, bahkan jika perlu anda memegangnya sampai di dekat kaki.
14. Jangan berdiri terlalu dekat.
saya sempat mengulas sedikit bahwa orang yang merubah posisinya menjadi terlalu dekat pada lawan bicaranya dapat menandakan bahwa ia sedang menyembunyikan sesuatu atau mempunyai maksud tertentu. Selain itu tentu saja akan membuat lawan bicaranya menjadi tidak nyaman. Jagalah selalu jarak ’privacy’ antara anda dan lawan bicara anda.
15. Berkaca.
Dalam buku-buku mengenai penjualan, saya sering menemukan tentang istilah berkaca ini. Pada intinya ketika 2 orang terkoneksi dan melakukan hubungan pembicaraan yang positif, mereka secara tidak sadar akan saling berkaca satu sama lain. Dalam arti anda akan sedikit meniru bahasa tubuh lawan bicara anda, begitu juga sebaliknya.
Anda dapat juga melakukan teknik berkaca yang proaktif (dengan sadar) untuk lebih meningkatkan kualitas hubungan anda dan lawan bicara anda. Sebagai contoh, jika lawan bicara anda sedikit mencondongkan badannya ke depan, anda dapat juga mencondongkan badan anda ke depan. Jika lawan bicara anda menaruh satu tangannya di atas meja, anda juga dapat melakukan hal yang sama. Namun tetap perlu diingat, jangan melakukan gerakan tiruan dengan jeda waktu yang sangat singkat dan hampir semua gerakan ditiru. Lawan bicara anda akan melihat suatu keanehan dan tampak seperti sirkus. :)
16. Jagalah selalu sikap anda.
Apa yang anda rasakan akan tersalur lewat bahasa tubuh dan dapat menjadi perbedaan yang besar terhadap kualitas hubungan anda dan lawan bicara anda. Tetaplah jaga sikap yang positif, terbuka dan santai.
Perlu diingat bahwa anda dapat merubah bahasa tubuh yang kurang baik, tentu saja selama anda memahami bahwa untuk menciptakan kebiasaan yang baru memerlukan sebuah proses. Jangan juga mencoba melakukan semua dengan sekaligus karena akan membuat anda bingung dan penat.
Fokus saja pada 2-3 bahasa tubuh yang menjadi prioritas anda dan perbaiki terus menerus selama 3-4 minggu. Setelah waktu tersebut anda akan menciptakan suatu kebiasaan yang baru. Kemudian anda dapat melanjutkannya lagi untuk 2-3 bahasa tubuh berikutnya. 

Langkah-Langkah Memenangkan Debat Kusir




ImageEntahlah, secara pribadi saya sulit  membedakan antara perdebatan dengan diskusi. Saya pernah bertanya sama teman tentang perbadaan keduanya, dia malah menjawab dengan tanpa rasa bersalah sedikitpun: Perdebatan itu dilakukan oleh orang-orang yang hebat dan diskusi itu dilakukan hanya di atas kursi. Nyambung dimana coba? Dia beralasan kalo debat itu dekat dengan kata hebat, dan diskusi itu dekat dengan kata kursi. Ngaco banget ya?
Tapi yang pasti keduanya harus mengemukakan argument-argumen yang entah itu baik atau serampangan. Tujuannya pun bermacam-macam: Ada yang memang betul-betul karena ingin mencari kebenaran dan menambah wawasan adapula yang sekadar ingin mencari pembenaran dan kemenangan. Ada juga yang lebih gila, berdebat karena ingin dilirik sama pasangannya. Gila.
Orang-orang yang egois dalam berdiskusi akan sangat tampak sekali memaksakan pendapatnya untuk disetujui oleh orang agar pendapatnya dianggap paling benar. Alih-alih mengemukakan argument yang sehat mereka terkadang menjatuhkan “pribadi orangnya” ketimbang bermaksud menjawab argument lawan bicaranya dengan baik. Inilah yang memicu terjadinya debat kusir, yang sedari awal adu otak menjadi adu otot. Perhatikan dialog ini:
Berkata si A, “lelaki yang baik itu setia pada pasangannya meskipun sebenarnya dia banyak pilihan,” kata si A dengan nada serius sambil melirik kepada istrinya.
Lalu si B menjawab,”omong kosong yang ELLO bilang, dulu-dulunya kamu pernah selingkuh dengan istri saya…”
Coba bayangkan, nyambung dimana tuh pertanyaan sama jawabannya? (ya nyambung lah, penulisnya aja yang maksa untuk bilang tidak nyambung. Egois lu). Ih, kan seharusnya si B itu berkomentar yang baik-baik dong, jangan malah membongkar privacy orang di hadapan orang banyak( Lo, memang dialog di atas melibatkan banyak orang yah, perasaan cuma tiga orang. Si A, si B dan istri si A). Iyya, dong..Cuma ga di sebutkan…
Sudah, suda, sudah! Hentikan perdebatan ini.
Baiklah, sebenarnya ada tekhnik yang lebih mudah ala Deddy corbuzier yang pernah saya posting sebelumnya. Bagi yang belum membacanya silahkan baca di sini.
Bagaimana jika kita terjebak dalam situasi itu?(situasi yang mana) Bagaimana menghadapi lawan bicara yang segitu ngototnya untuk menjatuhkan kita demi pembenaran pendapatnya? Kita bisa bermain-main dengan psikologinya. Saya kira ini akan asyik.
  • Jika anda tiba-tiba dihadapkan pada pertanyaan sulit dan bodoh, maka segera posisikan diri anda sebagai penyerang(lo, memang mau main bola ya?). Iyya, maksudnya jangan defensive gitu.(saya jadi teringat Puyol, Ferdinand dan Okto maniani(?)..)
Memang agak sulit sih, karena pasti anda akan selalu terpancing untuk menjawab pertanyaan bodoh itu dengan ngotot menjawabnya dan memaksakan kehendak anda. Dalam situasi ini, secara psikologis anda tetap akan terjepit dan dianggap bersalah seberapa baikpun argument yang anda ajukan. Dan ini juga akan rentan menjadi bulan-bulanan lawan bicara anda. Jadi? Jangan Defensif dong, jadilah penyerang seperti Lionel Messi , Cristiano Ronaldo dan Okto Maniani(penggemar Okto Maniani)..
Contohnya: Lawan bicara anda menyerang anda dengan kata-kata ini: Kamu kenapa  jelek banget ya…mukamu kusut dan berantakan…
Biasaya kita jika dihadapkan pada premis begini kita cenderung menjadi defensive dengan mengatakan: Masa sih? Mungkin karena saya begadang. Nah dalam situasi ini kita sudah terjebak  dengan menjawab pertanyaan bodohnya(memang pertanayaan bodoh barusan ya?). Itu Cuma contoh. Kalau anda menjawab pertanyaan ini, maka anda akan menjadi bulan-bulanannya. Anda akan diserang pertanyaan beruntun: Kenapa begadang,  Kamu pasti kamu amnesia ya(Amnesia? Loh, insomnia kaleee). Nah jika begini anda dipaksa beradu argument hanya gara-gara pertanyaan bodoh.
  • Jadi gimana dong tekhnik penyerangannya. Apakah menggunakan pola 4-4-2 ala Mu atau 4-3-3 ala Barcelona dengan memosikan Okto Maniani sebagai Target Man. He.
Di sinilah permainan psikologinya. Jangan menjawab pertanyaannya, anda harus balik bertanya dengan pertanyaan membingungkan.  Katakan saja” memang jawaban apa yang kau inginkan?”.
Ini akan mengalihkan pertahatiannya. Atau katakan saja” pasti kamupun tidak mengerti pertanyaanmu kan?”. Jika anda mengatakan ini, maka dia akan menjadi defensive dan memposiskan anda sebagai penyerang. Mungkin dia akan menjawab,” aku tidak tahu.” Di saat seperti ini counter attack dengan mudah anda lakukan, berikan bola segera kepada Cristiano Ronaldo, di saat yang tepat ia akan mengumpang kepada Okto Maniani. Katakan segera,” lo, kamu sendiri yang bertanya, berarti  kamu tahu dong jawaban YANG KAMU INGINKAN…” maka dia pasti akan semakin bingung. Ini memaksa dia untuk mengulang pertanyaanya atau menjelaskan kepada anda jawaban yang dia inginkan. Aneh kan..?
  • Counter Attack selanjutnya adalah sering-seringlah menggunakan kalimat-kalimat ini: Apa maksudmu, bisakah anda menjelaskan pertanyaan anda lagi?, bagaimana spesifiknya pertanyaan anda…Ini pasti membingungkan dia.
  • Ubahlah pertanyaannya sesuai selera anda. Misalnya: Bagaimana anda bisa menjalankan perusahaan ini, kalau hal yang sekecil ini saja anda tidak bisa?  Maka jawablah denga cool ala Sazuke dengan mengatakan: MUNGKIN MAKSUD KAMU adalah saya harus mulai dari hal yang kecil dulu barulah ke hal yang lebih besar.  Ting, dia pasti akan linglung dan terkunci sambil memikirkan sesuatu yang entahlah. Contoh lainnya: “kamu sama sekali tidak mengetahui realitas yang terjadi. Apa yang kamu kerjakan itu tidak lebih dari sampah saja.” Alih-alih anda bersikap defensive  dengan menjawab argumennya, lebih baik anda mengalihkan serangannya.  Katakan saja: “ MUNGKIN MAKSUD KAMU adalah kita harus banyak belajar dari kesalahan-kesalahan sekecil apapun yang pernah terjadi, agar kita bisa menjalankan perusahaan ini dengan baik.” …

( Sumber : http://jarimanisindonesia.wordpress.com/2012/07/30/langkah-langkah-memenangkan-debat-kusir/ )

Memenangkan Debat Kusir

Posted by Mayra

Cara Mendeteksi Kebohongan Lewat Gerakan Mata



Saya akan menyajikan sebuah trik untuk mendeteksi kebohongan seseorang secara lebih detail. Berikut ini adalah apa yang saya sadur dari buku Debdy Corbuzier(dengan perubahan seperlunya) yang menurut saya sangat bermanfaat untuk melengkapi cara berkomunikasi anda dengan orang lain agar tidak  mudah tertipu tertipu. Ilmu ini oleh Deddy sendiri menyebutnya sebagai Body Pereption. Jika pada postingan sebelumnya kita masih bermain-main pada wilaya fikiran dan bagaimana memanipulasinya, sekarang kita akan bermain pada wilayah yang lebih mudah kita deteksi secara visual. Chek it out!
….
Banyak orang mengatakan bahwa mata tidak dapat berbohong. Benarkah pernyataan ini? Menurut saya, itu sangat benar. Dan, bahkan ada cara untuk mengetahui kapan seseorang jujur atau berbohong hanya lewat arah pandangan matanya saja. Namun, sebelumnya saya akan membahas sedikit tentang persepsi manusia yang akan sangat berkaitan dengan hal tersebut.
Pada dasarnya daya ingat manusia dibagi menjadi tiga sudut pandang utama, yaitu:
1. Penglihatan/visual Daya ingat jenis ini secara khusus mengingat atau merekam hal-hal yang sifatnya mengarah pada daya tarik mata saja, seperti warna, keadaan, tempat, suasana, dan sebagainya. Misalnya, ketika Anda mengingat bagaimana bentuk kue ulang tahun Anda pada saat Anda berusia 17 tahun. Hal ini termasuk dalam sudut pandang penglihatan.
2. Pendengaran Daya ingat jenis ini secara khusus merekam hal-hal yang pernah didengar. Misalnya, nomor telepon atau alamat yang pernah ia terima. Hal ini kita sebut sebagai sudut pandang pendengaran.
3. Peraba/Perasa Daya ingat jenis ini secara khusus merekam hal-hal yang berhubungan dengan indra peraba, seperti rasa atau perasaan. Contoh, Anda ingat betapa dinginnya dulu ketika Anda berlibur ke luar negeri saat musim salju. Atau, bagaimana rasanya ketika Anda dulu menikmati makanan yang rasanya begitu asam.
Ketiga hal tersebut direkam di dalam otak manusia pada lokasi yang berbeda-beda. Namun demikian, perlu juga diketahui bahwa alam pikiran imajinasi manusia pun terbagi menjadi tiga sudut pandang yang sama persis seperti di atas. Yang saya maksud adalah begini: Bila Anda sedang membayangkan sesuatu di dalam pikiran Anda, secara tidak langsung Anda akan memikirkan salah satu atau beberapa gabungan dari ketiga sudut pandang di atas. Misalnya, ketika Anda memikirkan bagaimana rupa mobil Anda bila dicat dengan warna kuning emas. Itu adalah sudut pandang penglihatan. Atau, bagaimana rasanya memakan es batu dengan campuran minuman beralkohol. Ini adalah sudut pandang perasa. Uniknya, gerak mata kita secara bawah sadar pun dibagi ke dalam tiga sudut pandang ingatan dan tiga sudut pandang imajinasi.
Kalau Anda tidak percaya, coba kita ikuti sedikit permainan berikut:
Saya ingin Anda sekarang mengingat bagaimana bentuk dan warna baju seragam Anda ketika masih duduk di bangku TK. Sudah? Sekarang, cobalah mengingat-ingat apa warna kotak pensil Anda sewaktu duduk di bangku SD dulu? Sudah? Kalau diperhatikan, Anda akan sadar bahwa ketika Anda sedang mengingat-ingat, 90% mata Anda akan mengarah ke kiri atas. Itu karena memang di sana lah tempat korteks sudut pandang visual ingatan Anda. Dengan demikian, secara bawah sadar Anda melihat ke arah tersebut. Mengapa demikian? Itu adalah fakta psikologis dan biologis dari cara kerja otak manusia yang mengirimkan sinyal pada mata untuk melakukan kerja terbaiknya. Namun, kita tidak akan membahas hal itu lebih jauh di sini. Seperti yang telah disebutkan, ingatan manusia mempunyai tiga sudut pandang yang berbeda. Ketiga sudut pandang tersebut, baik penglihatan, pendengaran maupun peraba/perasa memiliki korteks-korteks yang berbeda pada otak manusia. Dan, hal tersebut memengaruhi arah pandang mata pada manusia. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Penglihatan: Arah pandang mata ke kiri atas
2. Pendengaran: Arah pandang mata ke kiri tengah
3. Peraba/Perasa: Arah pandang mata ke kanan bawah.
Itu berarti, bila Anda sedang mencoba mengingat-ingat sesuatu, arah pandang mata Anda akan bergantung pada hal yang Anda pikirkan. Apakah itu lebih menyangkut visual, pendengaran, atau peraba/perasa.
Cobalah sekali lagi pada diri sendiri atau orang lain. Tanyakan hal-hal yang mengajaknya mengingat hal-hal yang bersifat penglihatan seperti contoh di atas. Contohnya, warna baju, warna kue ulang tahun, bagaimana bentuk rumahnya dulu, atau apa bentuk kotak pensil yang pernah ia gunakan sewaktu duduk di bangku SD. Maka, 90% arah matanya akan menghadap ke kiri atas. Kemudian, cobalah mengajukan pertanyaan yang membuat seseorang mengingat hal-hal yang berhubungan dengan masalah pendengaran, seperti “Masih ingatkah kamu sewaktu ibu guru di SMP dulu marah? Apa yang dikatakannya?” atau “Masih ingatkah bagaimana syair lagu favoritmu?” Bila Anda perhatikan, kini matanya akan mengarah ke kiri tengah, yakni korteks pendengaran. Dan yang terakhir, cobalah mengajukan pertanyaan yang mengajak lawan bicara Anda mengingat hal-hal yang berhubungan dengan indra peraba/perasa, seperti rasa makanan, rasa minuman, atau juga suasana di suatu tempat yang dulu pernah ia tinggali, dan sebagainya. Perhatikan,kini matanya akan mengarah ke kanan bawah.
Jangan bertanya alasannya. Yang jelas, hal ini sungguh terjadi seperti yang saya katakan. Dan, bukan hanya itu saja, hal sebaliknya juga terjadi. Bila Anda ingin mengingat hal-hal yang bersifat penglihatan, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengarahkan mata ke korteks penglihatan, yaitu kiri atas. Dan, demikianlah selanjutnya, tergantung pada ingatan apa yang hendak Anda munculkan. Mungkin, ini lah sebabnya terkadang seseorang kesulitan mengingat suatu hal karena ia mengarahkan matanya pada korteks yang salah. Jika hal ini terjadi, otak tidak akan membantunya menemukan jawaban yang tepat. Katakanlah, seseorang ingin mengingat kembali nomor telepon seorang teman yang baru saja disebutkan. Secara tidak sadar, ia justru mengarahkan matanya ke kanan bawah. Akibatnya, nomor telepon itu sulit diingat kembali. Hal sebaliknya juga berlaku, yakni bila seseorang ingin mengingat suatu hal yang berhubungan dengan penglihatan. Maka, akan lebih mudah baginya bila ia mengarahkan mata ke kiri atas. Kelambatan dalam proses mengingat akan terjadi bila ia salah mengarahkan matanya. Oleh karena itu, gunakan arah pandang mata Anda dengan tepat untuk mendapatkan hasil yang maksimal tatkala ingin mengingat sesuatu.
Lalu, pertanyaannya adalah: Mengapa kita harus membahas hal ini? Karena, ternyata ada hal yang sangat menarik di balik semua ini. Hal itu adalah fakta di mana imajinasi juga dibagi menjadi tiga sudut pandang yang sama, namun dengan kerja otak yang berbeda! Imajinasi
1. Penglihatan Ini merupakan wilayah di mana Anda dapat membayangkan sesuatu yang berhubungan dengan penglihatan. Misalnya, membayangkan bagaimana rupa Anda bila Anda berkepala botak dan berkumis. Atau, membayangkan bagaimana rupa seekor bebek yang mempunyai empat kaki. Itu adalah imajinasi visual (berkaitan dengan korteks penglihatan kanan atas).
2. Pendengaran Ini adalah wilayah imajinasi yang berkaitan dengan media pendengaran (dengan korteks penglihatan kanan tengah). Misalnya, membayangkan suara gajah yang sedang marah atau bagaimana merdunya suara penyanyi favorit Anda.
3. Peraba/Perasa Ini adalah wilayah imajinasi yang berkaitan dengan indra peraba/perasa (dengan korteks kiri bawah). Misalnya, membayangkan bagaimana rasanya bermain hujan atau rasanya menikmati rujak yang sangat pedas, dan sebagainya.
Dengan kata lain, apabila manusia sedang memikirkan sesuatu dan ia harus berimajinasi maka matanya akan mengarah ke korteks yang berkaitan dengan jenis memori tersebut! Dengan demikian, kita dapat mengetahui kapan seseorang sedang berusaha mengingat-ingat atau kapan ia sedang berimajinasi! Dan, kita dapat membedakannya lewat arah pandangan mereka. Lalu, apa gunanya? Gunanya, kita dapat mengetahui kapan seseorang berkata jujur dan kapan seseorang berkata bohong karena pada saat berkata jujur ia akan menggunakan korteks ingatannya, bukan korteks imajinasi! Katakanlah, Anda bertanya pada seseorang tentang apa yang tadi ia kerjakan? Seharusnya ia berkata sambil mengarahkan matanya sedikit ke kiri atas atau ke kanan bawah (penglihatan/peraba); bukan ke arah yang lain. Akan tetapi, katakanlah ia mengarahkan mata ke kanan atas, itu berarti ia sedang berusaha berimajinasi atau mengarang cerita. Orang itu sedang berbohong kepada Anda!
Untuk mendapatkan contoh kasus lain, cobalah mengajukan pertanyaan “Bagaimana cita rasa makanan yang tadi Anda coba?” Bila lawan bicara Anda jujur, matanya akan mengarah ke kanan bawah (peraba), sedangkan bila ia berbohong, matanya akan mengarah ke kiri bawah. Selain itu, Anda bisa mencoba bertanya, “Apa yang tadi dikatakan rekan kerja Anda di telepon?” Apabila lawan bicara Anda jujur, matanya akan mengarah ke kiri tengah, bukan ke kanan tengah! Itu karena, ia harus mengingat dan bukan berimajinasi atau mengarang-ngarang.
Jelaslah bahwa hal ini tidaklah secara langsung dapat dikatakan merupakan ilmu pasti atau sains. Akan tetapi, secara kenyataan fenomena ini sungguh terjadi pada cara otak manusia bekerja. Dan, dengan mengetahui cara kerja otak ini, Anda akan dengan jelas dapat mengetahui karakter lawan bicara Anda. Mata tidak dapat berbohong!

Yah, setelah mengetahui sedikit ilmunya, adan bisa menguji pertemanan anda. Siapakah di antara mereka yang selalu membohongi anda?

Translate

Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © May's Blog -Black Rock Shooter- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan